Selasa, 26 Oktober 2010

Teori Hubungan Manusia

Teori Hubungan Manusiawi
Tokoh : Elton Mayo

Tahun : 1939

Elton Mayo dengan dibantu oleh Fritz Roethlisberger melakukan penelitian yang disebut dengan Studi Hawthorne. Penelitian yang berskala besar ini membahas produktifitas dan hubungan-hubungan social di kompleks Hawthorne yang dimiliki Western Electric Company. Dikenal dengan “Manajemen dan Pekerja”. Studi ini disebut sebagai “eksperimen ilmiah besar pertama dalam industry”.
Hasil terpentin terjadi pada eksperimen penerangan lampu. Pada awalnya peneliti mengira bahwa semakin baik penerangan, semakin tinggi hasil pekerja. Maka, mereka memutuskan untuk mengadakan suatu ruangan eksperimen dengan berbagai kondisi penerangan dan suatu ruangan yang kontrol dengan kondisi cahaya yang konstan. Dua kelompok pekerja dipilih untuk melakukan pekerjaan mereka di dua tempat yang berbeda. Melalui suatu periode waktu penerangan di ruangan eksperimen ditambah hingga intensitas yang menyilaukan dan kemudian dikurangi hingga tingkat di mana cahaya tidak ada. Hasil yang didapat adalah sebagai berikut : ketika banyaknya penerangan bertambah, bertambah juga efisiensi pekerja diruangan eksperimen tetapi efisiensi pekerja di ruangan kontrol juga bertambah. Ketika cahaya berkurang di ruangan tes, efisiensi kelompok tes dan juga kelompok control bertambah dengan perlahan tetapi mantap. Ketika penerangan setaraf dengan penerangan tiga lilin di ruangan tes, para operator memprotes, mereka mengatakan bahwa mereka hampir tidak bisa melihat apa yang sedang mereka kerjakan, pada saat itu angka produksi berkurang. Hingga saat itu para pekerja dapat mempertahankan efisiensi meskipun terdapat hambatan.
Terdapat dua kesimpulan yang berkembang dari studi Hawthorne yang sering disebut dengan Efek Hawthorne, yaitu : (1) Perhatian terhadap orang-orang boleh jadi mengubah sikap dan perilaku mereka. (2) Moral dan produktifitas dapat meningkat apabila para pegawai mempunyai kesempatan untuk berinteraksi satu sama lainnya.
Terdapat suatu kritik terhadap teori hubungan manusiawi yaitu bahwa pergerakan teori ini terlalu asyik dengan orang-orang dan hubungan-hubungan mereka dan mengabaikan keseluruhan sumber daya organisasi dan anggota-anggotanya. Dewasa ini terdapat perbedaan yang penting antara pengembangan hubungan manusiawi yang baik dan pengembangan sumber daya manusia dalam suatu organisasi. Komunikasi organisasi mencoba memberikan latar belakang guna mengembangkan kualitas sumber daya manusia dalam suatu organisasi, tidak hanya mengembangkan kualitas hubungan manusiawi.
(Komunikasi Organisasi, hlm:59, R.Wayne Pace & Don F. Faules editor: Deddy Mulyana,M.A.,PH.D , 2006)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar